Ilmu Tanpa Akhlak: Bahaya yang Terabaikan

Authors

Naili Agustin; Ahmad Fauzil Adhim; Siti Akhyu As'ari; Olivia Lulu' Maulidiya; Muhammad Hasbi Syamsul Jalal; Syamsul Bakhri

Keywords:

Ilmu Islam, Akhlak, Integrasi ilmu-akhlak, Iman, Al-Qur’an, Pendidikan karakter, Krisis moral, Dekadensi moral, Islamisasi ilmu

Synopsis

Ilmu pengetahuan merupakan salah satu anugerah terbesar yang diberikan Allah Swt. kepada manusia. Melalui ilmu, manusia mampu memahami alam semesta, mengembangkan peradaban, dan menciptakan berbagai kemajuan yang membawa manfaat bagi kehidupan. Namun, ketika ilmu dipisahkan dari akhlak, ia dapat kehilangan arah dan bahkan menjadi sumber kerusakan.

Buku Ilmu Tanpa Akhlak: Bahaya yang Terabaikan mengajak pembaca untuk merenungkan kembali hakikat ilmu dalam perspektif Islam. Melalui pembahasan tentang kedudukan ilmu, pentingnya akhlak sebagai ruh keilmuan, tantangan modernitas, berbagai potret penyalahgunaan ilmu dalam kehidupan sosial, hingga upaya mengembalikan ilmu pada nilai-nilai moral dan spiritual, buku ini menghadirkan refleksi yang relevan bagi kehidupan masa kini.

Ditulis dengan bahasa yang sederhana namun mendalam, buku ini mengingatkan bahwa kemajuan sejati tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi dan luasnya pengetahuan, tetapi juga dari kemampuan manusia menggunakan ilmu untuk menghadirkan kebaikan, keadilan, dan kemaslahatan bagi sesama.

"Bukan kurangnya ilmu yang menjadi ancaman terbesar manusia, melainkan hilangnya akhlak dalam menggunakan ilmu."

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, M. Z. (2021). Dinamika pemikiran klasifikasi ilmu. Ilmu Ushuluddin, 20(1), 1–14.

Alatas, S. H. (1980). The sociology of corruption. Singapore: Times Books.

Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and secularism. Kuala Lumpur: ISTAC.

Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the metaphysics of Islam. Kuala Lumpur: ISTAC.

Al-Ghazali. (1980). Ihya’ Ulumuddin (I. Yakub, Trans., Vol. 1). Jakarta: CV Faizan.

Al-Ghazali. (1989). Ihya’ ‘ulum al-din (Vol. 3). Beirut: Dar al-Fikr.

Amin, A. (1995). Etika (ilmu akhlak). Jakarta: Bulan Bintang.

Amin, S. M. (2022). Ilmu akhlak. Jakarta: Amzah.

Auni, N., & Indriati, I. (2023). Eksistensi ilmu sebagai pembentuk akhlak. Al-Qudwah: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hadis, 1(2).

Burns, J. M. (1978). Leadership. New York: Harper & Row.

Carsinih, C., et al. (2024). Pendidikan akhlak menurut Syaikh Muhammad Syakir. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 4(2).

Dan, S., & Dan, S. (2021). Pengenalan akhlak sebagai asas utama dalam ajaran Islam. 21(1), 38–54.

Bukhari, M. (2022). Hakikat dan prinsip-prinsip pembelajaran akidah akhlak. 19(2), 34–52.

Fromm, E. (1976). To have or to be? New York: Harper & Row.

Handayani, N. S., Abdussalam, A., & Supriadi, U. (2021). Akhlak peserta didik dalam menuntut ilmu: Pemikiran KH Hasyim Asy’ari. 6(2). https://doi.org/10.25299/al-thariqah

Harahap, S., et al. (2025). Ilmu pengetahuan dan tantangan moral di era modern. Jurnal Pendidikan Islam, 5(1).

Hidayah, N., & Fardani, D. N. (2025). Pemahaman konseptual ilmu kalam. Journal Central Publisher, 3(3), 3324–3331.

Husain, S. S., & Ashraf, S. A. (2000). Krisis pendidikan dalam Islam. Jakarta: Al-Mawardi Prima.

Ilyas, Y. (2004). Kuliah akhlaq. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Jaelani, D. R., & Karyawati, L. (2022). Pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an dalam membentuk akhlak peserta didik. 6, 8747–8752.

Kohlberg, L. (1981). The philosophy of moral development. New York: Harper & Row.

Latjuba, M. S. A., et al. (2025). Tantangan perkembangan ilmu pengetahuan di era modern. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 37286–37291.

Madjid, N. (1992). Islam doktrin dan peradaban. Jakarta: Paramadina.

Magnis-Suseno, F. (1987). Etika dasar. Yogyakarta: Kanisius.

Maulida, A. (2021). Konsep dan desain pendidikan akhlak dalam Islamisasi pribadi dan masyarakat.

Mujib, Y. Y. (2021). Pendidikan karakter dalam perspektif Islam. 14(1), 78–90.

Mustari, M. (2020). Nilai karakter (Edisi revisi). Jakarta: Rajawali Pers.

Mustaqim, A., & Abu Bakar, M. Y. (2025). Ilmu akhlak sebagai pengembangan keilmuan. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 3(2), 122–140.

Nashori, F., et al. (2020). Ilmu sosial humaniora dalam perspektif Islam. Yogyakarta: Sevenbooks.

Nata, A. (2018). Islam dan ilmu pengetahuan. Jakarta: Prenadamedia Group.

Poerwadarminta, W. J. S. (1991). Kamus umum bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Praditya, A. B., et al. (2022). Aktualisasi pendidikan akhlak pada kitab Ayyuhal Walad. 19(1), 45–59.

Purnama, S., et al. (2021). Islam dan ilmu sosial humaniora. Yogyakarta: CV Multiartha Jatmika.

Rahmawati, L. (2020). Pemikiran pendidikan Islam kontemporer. Bandung: Mizan.

Sabeni, A., & Sakdiah, L. (2020). Kekuatan akhlak terhadap kualitas ilmu. Khatulistiwa, 2(1), 62–70.

Salsabila, H., et al. (2022). Moral theology education and student personality. 1, 1–11.

Salim, N. Z., et al. (2022). Rekonstruksi pendidikan karakter di era globalisasi. 7(1). https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2022.vol7(1).9468

Shihab, M. Q. (1992). Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan.

Shihab, M. Q. (2007). Yang bijak dari M. Quraish Shihab. Jakarta: Lentera Hati.

Sofiani, N., & Frinaldi, A. (2023). Dampak perkembangan ilmu pengetahuan. Menara Ilmu, 17(2), 16–19.

Sofiah, S., et al. (2025). Perkembangan ilmu dan krisis akhlak. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 37286–37291.

Sutiawan, et al. (2022). Puncaknya ilmu adalah akhlak. Bogor: Guepedia.

Syahdara, Z., et al. (2022). Islam dan ilmu pengetahuan. Jakarta: PT Global Eksekutif Teknologi.

Tarihoran, A. S. (2022). Akhlak ditinjau dari berbagai aspek. Bukittinggi: IAIN Press.

Tarpin. (2023). Buku ajar ilmu akhlak. CV Eureka Media Aksara.

Wahyudi, A., & Syafitri, N. (2022). Pendidikan karakter di SMA. Jurnal Penelitian Pendidikan, 22(2), 145–162.

Zubaedi. (2021). Desain pendidikan karakter di Indonesia. Jakarta: Kencana

Downloads

Published

June 1, 2026